BERANDA / SERBA SERBI / 3 Jenis Sistem Pemungutan Pajak Yang Perlu Kamu Pahami

3 Jenis Sistem Pemungutan Pajak Yang Perlu Kamu Pahami

Sistem Pemungutan Pajak di Indonesia

sistem pemungutan pajak – Punya NPWP sudah bayar pajak belum ? Punya NPWP harus taat pajak dan ketentuanya loh. Ingat, dalam menjalankan kewajiban pajak, pemiliki NPWP harus tahu self assessment tax system. Tau self assessment tax system ? self assessment tax system adalah salah satu model pemungutan pajak. Pemungutan Pajak itu tidak dilakukan secara asal-asalan loh.. ada jenis-jenisnya. Baca artikel dibawah ini tentang sistem pemungutan pajak, mungkin sobat pernah dengar salah satunya.

 

sistem pemungutan pajak
penjelasan tentang withholding tax system, Official Tax System, Self Assesment tax system

 

 

Official Assessment System

Official Assessment System adalah sistem pemungutan pajak yang memberikan wewenang kepada pemerintah (fiskus) untuk menentukan besarnya pajak terhutang Wajib Pajak. Pada sistem ini, Wajib Pajak bersifat pasif sementara petugas pajak bersifat aktif dalam menentukan besarnya pajak terhutang yang harus dibayar oleh wajib pajak. Ciri – ciri dari sistem official assesment adalah :

  1. Pemerintah memiliki wewenang penuh dalam menentukan besarnya pajak yang harus dibayar wajib pajak
  2. Wajib Pajak bersifat pasif dalam menghitung pajaknya
  3. Utang pajak baru timbul setelah adanya ketetapan dari pemerintah

 

Self assessment system

Self assessment system adalah sistem pemungutan pajak yang memberikan wewenang penuh kepada wajib pajak untuk menghitung pajaknya sendiri. Indonesia pada prinsipnya menganut self assessment. Tapi model pemungutan pajak yang berlaku di Indonesia tidak mutlak self assessment, sobat akan paham alasannya setelah membaca artikel ini sampai selesai.

Pajak memberi kepercayaan kepada wajib pajak untuk menghitung pajaknya sendiri, kemudian menyetorkan pajaknya dan melaporkan penghasilannya beserta pajaknya ke dalam Surat Pemberitahuan (SPT). Contoh penerapan self assessment system di Indonesia adalah wajib pajak menghitung sendiri pajak PPh pasal 29 setiap akhir tahun untuk menghitung pajak terhutangnya, menyetor pajaknya, dan melaporkan pajak terhutang tersebut kedalam SPT Tahunan. Ciri – ciri self assessment system adalah :

  1. Wewenang dalam menentukan besarnya pajak terhutang ada di tangan wajib pajak
  2. Wajib Pajak aktif dalam menjalankan kewajiban pajaknya, mulai dari menghitung pajak sendiri, menyetor pajaknya, dan melaporkan pajak terhutangnya.
  3. Dalam sistem self assesment, pemerintah bertindak mengawasi wajib pajak dan memberikan arahan dalam bentuk konsultasi, penyuluhan dan sosialisasi.

 

Withholding Tax System

Withholding Tax System adalah sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang kepada pihak ketiga (bukan fiksus bukan juga wajib pajak yang bersangkutan ), untuk menentukan besarnya pajak terhutang yang harus ditanggung oleh wajib pajak. Withholding Tax Sistem dikenal juga dengan istilah pajak pot put (potong pungut). Jenis Pajak Pot Put di Indonesia yang menggunakan withholding tax system adalah PPh Pasal 22, Pasal 23, Pasal 21, PPh Final Pasal 4 ayat (2) dan PPN.

Misalnya Tuan A menyewakan sebuah bangunan kepada Tuan B. Saat Tuan B membayar uang sewa kepada Tuan A, maka tuan B wajib memotong PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas penghasilan yang diterima oleh Tuan A. Selanjutnya Tuan B harus menyetor  pajak yang telah dipotong ke kas Negara. Secara tidak langsung Tuan A telah melaksanakan kewajibannya membayar pajak, namun kewajiban tersebut dijalankan oleh Tuan B selaku pemotong dan penyetor. Itulah salah satu contoh penerapan Withholding Tax System di Indonesia.

Keunggulan dari sistem ini adalah wajib pajak yang bersangkutan tidak perlu repot-repot menghitung dan menyetorkan pajaknya karena pekerjaan tersebut sudah dijalankan oleh pihak ketiga. Kelemahannya, uang pajak yang telah dipungut oleh pihak ketiga memiliki resio tidak disetorkan. Pihak ketiga tersebut bisa saja menggunakan uang pajak yang dipungutnya untuk hal lain.

 

 

Sistem Pemungutan Pajak yang berlaku Di Indonesia

Sistem perpajakan Indonesia menganut sistem campuran (self assesment, official assessment, dan withholding tax system).

Setiap wajib pajak di Indonesia menghitung pajak terhutangnya sendiri. Wajib Pajak menghitung pajaknya sendiri secara jujur, benar dan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Ini adalah prinsip dasar sistem pemungutan pajak di Indonesia, yaitu self assessment tax system.

Dalam praktiknya, wajib pajak sering berinteraksi dengan wajib pajak lain terutama dalam melakukan transaki jual beli maupun transaksi lain yang menimbulkan objek pajak. Setiap wajib pajak yang saling berinteraksi dan menimbulkan objek pajak potong pungut, maka kedua belah pihak wajib menjalankan mekanisme pajak potong pungut (Pot Put) yang disebut dengan withholding tax system.

Nah, ketika seorang Wajib Pajak tidak menghitung pajaknya secara benar, tidak menyetor pajaknya, tidak melaporkan SPTnya, tidak melakukan kewajibannya untuk memotong dan pajak memungut pajak orang lain, dan tidak menjalankan ketentuan perpajakan yang berlaku maka Negara melalui Direktorat Jenderal Pajak berhak menetapkan pajak yang seharusnya terhutang.

DJP akan menetapkan pajak terhutang melalui ketetapan berupa produk hukum pajak, misalnya Surat Tagihan Pajak (STP). Ketika Pajak terhutang ditetapkan oleh pemerintah, maka saat itu sistem pemungutan yang berjalan adalah Official Assessment Tax System.

Jadi kesimpulannya, Official assessment tax system berjalan ketika self assessment tax system dan withholding tax system tidak dapat berjalan dengan semestinya.

 

About adminsp

BACA JUGA

Cara Meminta Nomor Seri Faktur Pajak

Cara Meminta Nomor Seri Faktur Pajak

Bagaimana cara melakukan permintaan nomor seri faktur pajak (NSFP) ? Mungkin pertanyaan ini sering ditanyakan oleh wajib pajak …

2 KOMENTAR

  1. sangat membantu. terimakasih

tinggalkan komentar