BERANDA / SERBA SERBI / Pengertian Pajak, Fungsi, dan Jenis Pajak Yang Mungkin Belum Kamu Pahami

Pengertian Pajak, Fungsi, dan Jenis Pajak Yang Mungkin Belum Kamu Pahami

Pengertian Pajak – Pajak di Indonesia kadang sering salah diartikan oleh sebagian orang, apalagi bagi Orang Medan. Karena, Pajak di Medan adalah tempat beli sayur, ikan, bumbu masakan, kebutuhan sehari-hari, dll. Namanya juga bervariasi, ada Pajak Horas, Pajak Sambu, Pajak Sambas, dan banyak lagi yang bahkan bisa membuat sobat geleng-geleng kepala mendengarnya.

Tapi yang akan kita bahas di sini bukan pajaknya orang Medan, melainkan Pajak yang menopang APBN kita.

 

 

Pengertian Pajak, Jenis, dan Manfaat
sumber photo : google.com

 

 

Pengertian Pajak

Menurut Undang-Undang KUP, Pengertian Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

 

Unsur Pajak

Unsur Pajak yaitu :

  • Iuran dari rakyat kepada negara,
  • Berdasarkan undang-undang,
  • Tanpa imbalan atau kontra prestasi dari negara secara langsung,
  • Digunakan untuk membiayai rumah tangga negara.

 

Perbedaan Pajak dengan Retribusi dan Sumbangan

Perbedaan Pajak dengan Retribusi dan Sumbangan adalah :

Pajak : hasil dari pembayaran tidak bisa dirasakan secara langsung oleh pembayarnya pada saat itu juga, bersifat memaksa. Uang pajak yang kita setor digunakan untuk pembangunan, pendidikan, kesehatan, dll yang dikelola oleh pemerintah.

Retribusi : pembayaran yang mendapat imbalan prestasi yang langsung kepada pembayarnya, misalnya retribusi parkir. Saat kita bayar parkir, maka pada saat itu juga kita dapat merasakan pelayanan parkir.

Sumbangan : pembayaran yang sifatnya tertentu dan tidak ada paksaan sedangkan imbalan prestasi tidak dapat dirasakan secara langsung oleh pembayarnya.

 

Fungsi Pajak

  1. Fungsi budgeter : yaitu pajak sebagai instrumen (alat) pemerintah untuk menghimpun dana dari masyarakat untuk membiayai negara. Pajak merupakan sumber dana negara.
  2. Fungsi mengatur (regulerend) : yaitu sebagai alat pemerintah untuk mengatur atau melaksanakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang sosial dan ekonomi.
    • misalnya pengenaan tarif pajak yang tinggi (PPnBM) terhadap barang-barang mewah untuk membatasi jumlah barang mewah yang masuk kedalam Indonesia karena dapat menggangu permintaan barang-barang buatan dalam negeri dan menekan uang yang keluar dari Indonesia.
    • Tarif PPN ekspor adalah 0% ditujukan untuk meningkatkan ekspor
  3. Fungsi Stabilitas : yaitu pajak digunakan oleh pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, misalnya pajak digunakan untuk menekan angka inflasi, mengatur jumlah uang yang beredar, mengatur peredaran jumlah barang impor, menekan permintaan terhadap barang-barang mewah, dll
  4. Fungsi Redistribusi Pendapatan (Pemerataan) : yaitu pajak digunakan oleh pemerintah untuk menyeimbangkan pembangunan nasional. Pajak digunakan untuk membangun jalan raya, rumah sakit, pendidikan, sehingga orang yang kurang mampu bisa menikmati pajak yang ditarik dari orang yang mampu membayar pajak. Pajak yang dihimpun dapat digunakan untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat di daerah tertinggal, dan pembangunan infrastruktur di wilayah yang belum terjangkau.

 

Jenis-Jenis Pajak

Pajak Menurut Pihak Yang Menanggung :

  1. Pajak Langsung :  yaitu pajak yang harus ditanggung sendiri oleh Wajib Pajak dan tidak dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain. contohnya : Pajak Penghasilan, PBB.
  2. Pajak Tidak Langsung : yaitu pajak yang pada akhirnya dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain, contohnya Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan, Cukai.

Pajak Menurut Sifatnya :

  1. Pajak Subyektif : yaitu pajak yang berpangkal atau berdasarkan pada subyeknya (orangnya) yaitu memperhatikan keadaan Wajib Pajak, contoh : Pajak Penghasilan (PPh). Misalnya pegawai yang penghasilannya di bawah Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) tidak dipotong PPh Pasal 21.
  2. Pajak Obyektif : yaitu pajak yang berpangkal dan menitikberatkan pada obyeknya dan lebih tidak memperhatikan subyeknya. Contoh Pajak Bumi dan Bangunan, PPN. Setiap orang yang mengonsumsi barang kena pajak harus membayar PPN tanpa melihat penghasilan orang tersebut dibawah PTKP atau tidak.

Pajak Menurut Lembaga Pemungutnya :

  1. Pajak Pusat : Pajak yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP)   dan dipungut oleh pemerintah pusat, contoh: PPh, PPN dan PPnBM, PBB P3 (Perkebunan, Pertambangan, Perhutanan), BPHTB, dan Bea Materai
  2. Pajak Daerah : Pajak yang dikelola oleh Pemerintah Daerah, dibagi menjadi dua yaitu pajak Propinsi seperti pajak kendaraan bermotor, dan pajak Kabupaten/Kota seperti pajak restoran, pajak hotel dll.

Info lengkap mengenai perbedaan Pajak Pusat dan Pajak Daerah bisa di lihat DISINI

 

BIAR JOMBLO, YANG PENTING BAYAR PAJAK. SAYA BANGGA BAYAR PAJAK

About adminsp

BACA JUGA

Cara Meminta Nomor Seri Faktur Pajak

Cara Meminta Nomor Seri Faktur Pajak

Bagaimana cara melakukan permintaan nomor seri faktur pajak (NSFP) ? Mungkin pertanyaan ini sering ditanyakan oleh wajib pajak …

tinggalkan komentar