BERANDA / e-FAKTUR / Aplikasi e-Faktur : Salah Rekam, Input KJS dan Pbk, Ubah Nama Admin

Aplikasi e-Faktur : Salah Rekam, Input KJS dan Pbk, Ubah Nama Admin

Aplikasi e-faktur Pajak

Artikel ini akan membahas aplikasi e-faktur tentang  bagaimana cara memperbaiki data faktur yang salah direkam padahal sudah approval sukses, cara menginput SSP pakai nomor Pbk, cara memastikan kebenaran e-faktur yang diterima dari lawan transaksi, cara menginput nomor KJS selain KJS 102, nama penandatangan tidak berubah padahal sudah diubah, Scan QR Code e-faktur.

 

Aplikasi e-Faktur : Salah Rekam, Input KJS dan Pbk, Ubah Nama Admin
sumber foto : google.com

 

1. Apakah aplikasi e-Faktur bisa melakukan input SSP dari Pemindahbukuan (Pbk) ?

Jawaban :

Input SSP dari Pemindahbukuan (Pbk) bisa diakomodir oleh aplikasi e-Faktur dari menu Input SSP dengan cara pengisian :
1. Kosongkan kode jenis pajak dan kode jenis setorannya.
2. Isikan NTPN dengan nomor pemindahbukuannya dan tanggal SSP dengan tanggal pemindahbukuan.

 

 

 

2. Bagaimana cara lawan transaksi/pembeli yakin kalau e-Faktur yang diterimanya benar dan sah ?

Jawaban :

Untuk pembeli yang menggunakan aplikasi e-faktur, bisa mengupload faktur pajak masukan yang diterima dimenu upload pajak masukan. Jika berhasil maka e-faktur pajak yang diterima adalah e-faktur pajak yang sah dan valid.

Untuk lawan transaksi yang bukan merupakan pengguna e-faktur kebenaran e-faktur dapat dilakukan dengan cara berikut:

  • Cetakan e-Faktur dilengkapi dengan QR code sebagai pengaman e-Faktur. QR code isinya menampilkan informasi terkait dengan transaksi penyerahan. Informasi dalam QR code dapat dilihat dengan menggunakan aplikasi pembaca QR code (QR code scanner) yang dapat dilakukan melalui smartphone atau gadget lainnya yang mempunyai fitur yang mendukung. Apabila Informasi yang terdapat dalam QR code tersebut berbeda dengan yang ada dalam cetakan e-Faktur maka Faktur Pajak tersebut tidak valid.

 

3. Bagaimana cara memperbaiki salah rekam nama lawan transaksi/alamat lawan transaksi/referensi /keterangan cap pada e-Faktur yang sudah approval sukses ?

Jawaban :

Dalam hal terjadi salah rekam atas nama lawan transaksi / alamat lawan transaksi / referensi / keterangan cap sedangkan faktur pajak nya sudah approval sukses maka bisa diterbitkan Faktur Pajak Pengganti, cara membuat faktur pajak pengganti pada aplikasi e-faktur adalah :

  1. Silahkan pilih baris faktur pajak yang akan diperbaiki faktur nya nya dan klik tombol Pengganti.
  2. Klik tombol Simpan. Akan terbentuk satu faktur pajak dengan kode seri 011. Silahkan klik pada baris faktur pajak pengganti tersebut kemudian klik tombol Ubah
  3. Silahkan perbaiki nama/alamat lawan transaksi/referensi/keterangan cap kemudian simpan faktur pajak pengganti.

 

 

4. Bagaimana cara menginput SSP dengan KJS 102 karena di menu input SSP hanya muncul pilihan KJS 100 ?

Jawaban :

Selama KJS selain 100 belum ditambahkan di Aplikasi e-Faktur, Penginputan SSP tersebut bisa dilakukan dengan tahapan pengisian berikut ini :
1. Isikan Tanggal SSP
2. Isikan NTPN
3. Isikan nilai SSP
4. Pilih Kode Jenis Pajak
5. Pada kolom KJS, ketikkan langsung angka KSJ nya contoh 102
6. Klik tombol Simpan. Akan tampil notifikasi SSP berhasil dibuat. Abaikan notifikasi error yang muncul.

 

5. Nama Lengkap user Admin sudah diubah tetapi di cetakan e-Faktur Nama Penandatangan masih belum berubah ?

Jawaban :

Faktur yang statusnya siap upload / approval sukses, Nama Penandatangan nya tidak bisa diubah meski pun Nama Lengkap di Referensi User sudah diubah. Atas Faktur tersebut silahkan terbitkan Faktur Pajak Pengganti.
Dalam hal menggunakan database selain database ETaxInvoice sedangkan user Penandatangannya ditambahkan di database ETaxInvoice, pastikan untuk mengubah Nama Lengkap pada saat connect di database ETaxInvoice, restart aplikasi e-faktur kemudian lakukan koneksi ke database lain tersebut.

About adminsp

BACA JUGA

Cara Meminta Nomor Seri Faktur Pajak

Cara Meminta Nomor Seri Faktur Pajak

Bagaimana cara melakukan permintaan nomor seri faktur pajak (NSFP) ? Mungkin pertanyaan ini sering ditanyakan oleh wajib pajak …

tinggalkan komentar